Desa Balerante

Sebanyak lima personel marinir TNI Angkatan Laut, Rabu (17/11/2010) menyisir permukiman penduduk Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Klaten, Jawa Tengah, untuk melakukan pendataan rumah warga, yang rusak terkena awan panas erupsi Gunung Merapi.

"Tim Marinir dari Surabaya sengaja ditugaskan menyisir Balerante, yang merupakan kawasan, yang paling parah terkena dampak erupsi Merapi pada Jumat lalu," kata Komandan Peleton Pelaksana Evakuasi, Laode Rustam, di Klaten.

Dia mengatakan, tiga dukuh di Balerante yang menjadi tujuan utama penyisiran TNI AL adalah, Dukuh Sukorejo, Ngipiksari, dan Sambungrejo, yang berjarak sekitar 4-5 kilometer dari puncak Merapi.

Selain mendata jumlah rumah warga yang mengalami kerusakan, Laode menjelaskan, pihaknya juga mendata ternak-ternak warga yang mati terpanggang akibat letusan Merapi.

Hasil pendataan tersebut, akan digunakan pihak pemerintah kabupaten setempat untuk melakukan pembersihan permukiman warga.

"Kemungkinan Pemkab Klaten juga akan melakukan pemusnahan hewan ternak, yang belum terevakuasi tersebut," katanya.

Dalam proses pendataan tersebut, personel TNI AL mendapat bantuan armada berupa sepeda motor trail dari Pasukan Trail Surabaya.

Berdasarkan pantauan, puluhan rumah warga di beberapa dukuh di Desa Balerante rusak parah akibat sapuan awan panas Merapi sehingga desa tersebut menjadi desa mati yang ditinggalkan penduduknya.

Desa Balerante merupakan salah satu desa yang masuk dalam pemetaan kawasan rawan bencana Merapi yang terletak di barat Kali Woro.

Selain itu, pepohonan serta ratusan hektar tanaman padi yang berada di lereng Merapi tersebut pun dalam keadaan gersang dan tertutup abu vulkanik. Demikian informasi dari eehari tentang Desa Balerante.

Dialog yang dilakukan warga Sorowako

Dialog yang dilakukan warga Sorowako dengan pihak PT Inco warga Sorowako kemarin gagal mencapai kesepakatan.Tuntutan warga agar pimpinan tertinggi perusahaan itu diganti,tidak dapat dikabulkan PT Inco.

General Manager Goverment Relation and Communication PT Inco Tri Rahman Batara mengungkapkan, pertemuan tersebut berakhir deadlock lantaran terdapat tuntutan warga yang sulit dipenuhi manajemen. “Pergantian salah satu pejabat PT Inco tidak bisa dilakukan karena hal itu atas desakan pihak luar. Kebijakan pergantian posisi pejabat merupakan keputusan manajemen PT Inco secara internal,”ujarnya. Kendati demikian,Tri Rahman mengaku berterima kasih kepada pihak-pihak yang senantiasa memberi masukan atas kinerja PT Inco. “Ini (demo warga) merupakan hal yang positif, dalam arti PT Inco akan berupaya kembali mengevaluasi semua kebijakan yang telah dikeluarkan untuk diperbaiki,” ungkapnya.

Pertemuan kedua pihak kembali akan dilanjutkan pekan depan. Dialog itu akan difasilitasi Pemkab Luwu Timur (Lutim) dan Polres Lutim. Meski terjadi pertemuan antara warga dan PT Inco,sejumlah warga Sorowako yang tergabung dalam Kerukunan Wawania Asli Sorowako (KWAS) dan Forum Komunitas Pemuda Asli Sorowako (FKPAS) kembali melanjutkan aksinya kemarin. Bahkan,unjuk rasa tersebut semakin menimbulkan dampak luas. Kemarin,ratusan siswa sekolah terpaksa diliburkan karena dikhawatirkan unjuk rasa itu akan berakhir bentrok. Sehari sebelumnya,warga melakukan aksi sweeping terhadap karyawan PT Inco sehingga ratusan karyawan tertahan dan tidak dapat masuk kerja.

Sekolah yang meliburkan siswanya kemarin, terdiri atas TK, SD, SMP,dan SMA,milik YPS Singkole Sorowako. Salah seorang orang tua siswa, Muhammad Kahar, mengaku tidak tahu-menahu alasan sekolah meliburkan siswanya.“Menurut informasi yang beredar, siswa diliburkan karena khawatir aksi demonstrasi warga akan berujung bentrok seperti yang terjadi beberapa waktu lalu,”ungkapnya. Dari pantauan di lokasi unjuk rasa kemarin, warga melakukan aksi sejak pagi hari pukul 06.00 Wita dengan melakukan sweeping terhadap pekerja yang akan masuk kerja. Warga Sorowako ini mendesak penggantian Senior VP & Chief Operating Officer PT Inco Ciho Bangun, sebagai pemimpin tertinggi PT Inco di Sorowako.

Dialog kedua pihak yang berlangsung kemarin juga berlangsung alot.Pasalnya,pihak PT Inco enggan membuka dokumen kontrak karya antara manajemen PT Inco dan Pemerintah RI.Padahal,warga menuntut agar dokumen kontrak karya tersebut dibuka untuk memperjelas wilayah konsesi PT Inco. Demikian informasi dari eehari tentang Dialog yang dilakukan warga Sorowako.

Masih Perlu Sinergi dan Dukungan Instansi Terkait

Sinergi dan dukungan semua instansi dan lembaga pemerintah dinilai masih kurang.Terkadang,mereka yang tergabung dalam Sarjana Penggerak Program Pedesaan (SP3) kesulitan menyosialisasikan program-program kerja mereka.

SYAMSIAH Paro yang tergabung dalam SP3 ditempatkan di Desa Tammatto,Kecamatan Ujung Loe, Bulukumba, merasakan pengalaman itu. Ikut bergabung sejak 2007, terkadang mereka bahkan tidak dikenal dan diketahui keberadaannya. “Waktu pertama kami ditempatkan, awalnya diterima sama Wakil Bupati Bulukumba Padasi.

Setelah itu, kami dilepas saja,” kata Syamsiah yang akrab disapa Cia, diiringi dengan senyum mirisnya. Pada angkatan 18 pada 2007 di Bulukumba, Cia bersama 14 temannya ditempatkan di 15 desa dari tiga kecamatan di Bulukumba. Dalam pengalamannya, dia terkadang kesulitan saat harus bekerja sama dengan instansi pemerintah setempat. “Termasuk dukungan dan bantuan kadang kesulitan,” katanya saat berkunjung ke Kantor Seputar Indonesia (SINDO) Biro Sulsel,Minggu (3/10). Jika ada kerja sama yang berkesinambungan, program-program untuk menciptakan entrepreneurdi desa-desa bisa lebih maksimal.

Program pemerintah terkait pembangunan sumber daya manusia maupun usaha akan lebih bagus jika disejalankan dengan mereka yang di SP3. “Kami tahu kondisi masyarakat di desa dan apa yang menjadi potensi yang bisa dikembangkan di desa,”tandasnya. Dia mencontohkan,dengan kewirausahaan jasa boga yang digalakkan di desa binaannya.Hingga saat ini belum mendapatkan “label” dari Kementerian Kesehatan. “Saya sempat tanya-tanya ternyata juga memerlukan biaya. Yah, ditunda lagi.Jadi kami ini seolah produk ilegal,”tuturnya. Penguatan kelembagaan, kata Duta Sulsel yang akan mengikuti seleksi SP3 Berprestasi tingkat nasional itu, harus dilakukan.

Termasuk penguatan pada lembaga pemerintahuntukmelibatkanmerekadalam kegiatan atau program terkait. Di desanya, Cia mengembangkan beberapa bentuk kewirausahaan. Bahkan sudah ada yang mencapai taraf kemandirian. Program yang dikembangkan adalah membuat kelompok usaha pemuda produktif yang bergerak di bidang jasa boga dengan merek dagang Al-Buruuj. Selain itu, mengembangkan usaha konveksi dan sapi inseminasi buatan. Tiga program yang dikembangkan inilah yang membuat alumnus Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Yayasan Keluarga Pahlawan Negara (YKPN) Yogyakarta ini mendapat penilaian lebih dibandingkan saingannya.

Beberapa orang yang ikut diseleksi untuk kemudian mewakili Sulsel, yakni utusan Jeneponto bernama Nur Qauli, yang menampilkan usaha kemandirian kasur lantai,peserta asal Sinjai bernama Musaddad dengan abon ikan, dan peserta utusan Gowa Abd Malik dengan pupuk organiknya. Dia berharap,ke depan, program SP3 bisa lebih diperkenalkan tidak hanya kepada masyarakat,tapi juga kepada pemerintah setempat agar bisa lebih maksimal.Apalagi,setahu dia, program Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga itu membangun kerja sama dengan sembilan instansi terkait.“Hanya, mungkin tidak sampai di tingkat kabupaten,”tuturnya.

Bagaimana peluang Cia pada seleksi tingkat nasional? Kepala Dispora M Ilham Gazaling mengaku optimistis wakil Bumi Panrita Lopi itu akan masuk nominasi yang layak diperhitungkan. “Seluruh provinsi di Indonesia pasti mengirimkan wakil-wakil terbaiknya. Tetapi, kami juga sudah melakukan seleksi yang ketat dan memilih yang terbaik dari Sulsel. Saya yakin dan optimistis Sulsel masuk nominasi,”katanya kemarin. Terkait kerja sama lintas instansi, Ilham akan lebih baik pada tahun mendatang.Pada rekrutmen 2010 ini, ditangani kementerian yang selanjutnya dilakukan rapat pada tingkat provinsi yang diteruskan ke kabupaten.

Selain itu,sudah ditandatangani surat keputusan bersama (SKB) dengan beberapa menteri yang penjabarannya sampai tingkat kabupaten. Jika melihat tahun-tahun sebelumnya, Sulsel selalu gagal di tingkat nasional saat bersaing dengan utusan dari daerah lain. “Tahun lalu juga SP3 dari Bulukumba yang mewakili Sulsel,namanya Darmayani Amin,”kata Cia. Tahun lalu Sulsel kalah bersaing dengan daerah lain karena kewirausahaan yang mereka bentuk produksinya sudah sampai ekspor. Tahun ini, dia berharap apa yang sudah dilakukan di Sulsel mendapat apresiasi maksimal pada tingkat nasional sehingga bisa mengharumkan nama Sulsel di tingkat nasional. Dia juga berharap kewirausahaan yang sudah dibentuknya bisa lebih dikembangkan dan lebih maju.

Polisi Ringkus 9 Pengedar Narkoba

Satuan Narkoba Polrestabes Makassar meringkus sembilan tersangka pengedar narkoba jenis sabusabu, kemarin. Selain menangkap sembilan tersangka pengedar, polisi juga menyita barang bukti berupa 21 gram sabu-sabu yang terdiri atas 26 paket siap edar. Serbuk haram tersebut ditaksir senilai Rp40 juta. Mereka yang ditangkap,yakni Arul,23,yang juga masih tercatat sebagai mahasiswa salah satu perguruan tinggi negeri di Makassar. Selanjutnya Herlina, 36, Ridwan alias dido, 27,Andi Faisal, 28,Amir,23,Jufri,27,Accung, 28,Rahman,30,Rizal,23. Sembilan tersangka ditangkap di tempat yang berbeda di Makassar. Arul misalnya ditangkap di Jalan Angkasa, Herlina di Jalan Racing Centre, Ridwan alias Dido di Jalan Sungai Saddang Baru,Andi Faisal di Jalan Balana, sedangkan Rahman di BTN Hartaco. “Lokasi penangkapan berbedabeda.

Barang bukti yang disita juga berbeda-beda.Totalnya mencapai 21 gram atau Rp40 juta,”kata Kasat Narkoba Polrestabes Makassar AKBP Hasbi Hasan kemarin. Penangkapan sembilan tersangka ini adalah hasil pengembangan kasus.Para tersangka yang ditangkap diketahui sebagai pengedar di wilayah Makassar. “Sebelumnya kami telah menangkap rekan mereka,”katanya. Pihaknya masih mengejar bandar narkoba yang diketahui kini berada di Jakarta.Para tersangka dijerat dengan UU No 35/2009 tentang Narkotika.

Genap Setahun Pemerintahan Kabinet Indonesia

Pada Rabu 20 Oktober 2010 nanti genap setahun pemerintahan Kabinet Indonesia Bersatu Jilid 2 yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Apakah akan ada evaluasi kinerja menteri? "Yang kita tahu kan tanggal 20 Oktober itu kan hari satu tahun pemerintahan SBY, nah tetapi ini bukan serta merta dipersepsikan pada tanggal tersebut hari H untuk dilakukan evaluasi, kemudian reshuffle," kata Juru Bicara Presiden, Julian Aldri Pasha di Kantor Kepresidenan, Sabtu 2 Oktober 2010.

Genap Setahun Pemerintahan Kabinet IndonesiaDijelaskan Julian, selama ini belum ada arahan bahwa tanggal 20 Oktober akan ada reshuffle. "Saya belum bisa memastikan hal itu," kata dia.

Presiden, lanjut Julian, selalu mendapatkan laporan kinerja kabinet dari Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) yang tugasnya mengevaluasi kinerja pemerintahan.

Bukannya penilaian UK4 jadi pertimbangan reshuffle? "Ya, itu salah satunya. Tentunya presiden punya sumber atau informasi lain, dan punya kebijakan, pertimbangan dalam menilai kinerja," jawab Julian.

Seperti diketahui, beberapa menteri yang pernah mendapat rapor merah dari UKP4 antara lain Menteri Hukum dan HAM, Patrialis Akbar, dan Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring.

UKP4 memberikan hasil evaluasi ke presiden tiap dua bulan sekali. Yang terakhir diberikan Agustus lalu. Bulan Oktober ini, lembaga yang dipimpin Kuntoro Mangkusubroto akan kembali menyerahkan hasil evaluasinya.

Soal apakah hasil evaluasi jadi pertimbangan reshuffle, Kuntoro hanya menjawab," "Soal reshuffle, sepenuhnya kewenangan presiden.

Calon Ketum PB HMI Road Show

Calon ketua umum PB HMI periode 2010-2012 A Sukmono Kumba menggelar sosialisasi di Makassar kemarin. Alumni HMI Cabang Makassar ini menemui dan meminta restu sejumlah kader senior HMI untuk maju di Kongres ke-27 HMI di Depok, Jawa Barat,6 November mendatang.

Aktivis yang menjabat ketua bidang ekonomi dan politik PB HMI periode 2008-2010 ini, mengaku sangat percaya diri maju di kongres karena mendapat dukungan sejumlah badan koordinasi (Badko) HMI dan cabang HMI di Indonesia. Hingga sebulan menjelang kongres, dukungan kepada alumnus Stikom FAJAR Makassar ini sudah mencapai 35 cabang, yang tersebar di Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Sukmono mengakui, syarat awal 15 dukungan cabang di semua sebaran Badko saat ini sudah terpenuhi. Dia akan bersaing dengan sekitar 10 orang calon ketua umum lainnya. Dalam visinya, pria kelahiran Bone 30 tahun lalu ini memaparkan sejumlah permasalahan kebangsaan yang dihadapi, berikut solusi yang ditawarkan. Dari sisi ekonomi, dia mengkritik cengkeraman neoliberalisme yang mengakibatkan perekonomian Indonesia rapuh terhadap dinamika perekonomian global.

Mantan ketua HMI Cabang Makassar ini juga menyoroti sistem pilkada di Indonesia yang lebih dari setengah berakhir dengan sengketa di Mahkamah Konstitusi (MK). HMI, kata dia, harus berperan dalam memberi kontribusi pemikiran yang signifikan demi perbaikan kondisi kehidupan berbangsa di masa mendatang. Sukmono juga bertekad melakukan perbaikan di tubuh HMI dengan menyelesaikan dualisme antara HMI MPO dan HMI Dipo.HMI MPO dinilai tidak tegas pasca pembicaraan islah sehingga dia bertekad menyelesaikan perkara itu,bahkan bila perlu hingga di pengadilan.

“Kalau saya ditakdirkan memimpin HMI, saya akan mengupa- 5yakan agar hanya ada satu HMI saja, tanpa perlu ada embel-embel MPO atau Dipo,” tegas staf ahli DPD RI periode 2009-2010 ini di Warkop Pelni kemarin. Dia juga menjanjikan penguatan organisasi mulai tingkat pusat hingga komisariat dengan meluruskan arah HMI yang sempat melenceng. Menurut dia HMI adalah organisasi yang menempa kaderkadernya dengan ilmu pengetahuan, bukan organisasi massa yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan politik praktis. Selain meminta restu di Makassar, alumni pascasarjana jurusan Manajemen Komunikasi Politik Universitas Indonesia ini juga akan berkunjung ke sejumlah cabang HMI di Maluku, Sumatera dan Papua. Kami akan melakukan silaturahmi dan meminta restu kaderdiberbagaicabangdalamsatu bulan terakhir sebelum kongres nanti,” ujar tim pemenangan Sukmono,Wahyu Hamdani.

BNI Beri Bantuan Bus ke Unhas

Pihak PT Bank Negara Indonesia (persero) Tbk Kantor Wilayah Makassar menyerahkan satu unit bus eksekutif ke pihak Unhas pada Dies Natalis ke-54 kemarin. Menurut Pemimpin Bank BNI Wilayah Makassar Shadiq Akasya penyerahan bus eksekutif tersebut sebagai bentuk wujud kemitraan antara pihak BNI dan Unhas. “Ini wujud kemitraan kita yang terbangun selama ini dengan pihak Unhas,” jelasnya. Bus tersebut sendiri diserahkan secara simbolis kepada Rektor Unhas Idrus Paturusi pada 17 September malam saat merayakan Dies Natalis ke-54 Unhas di Bagura AP Pettarani Unhas. Shadiq mengatakan kerjasama yangterbangunantarapihakBNIdan Unhas telah berpuluh tahun.

Shadiq mengharapkan,pemberian bus tersebut dapat memberikan sumbangsi dalam hal mendukung kegiatan operasional elemen-elemen di kampus merah tersebut.“Kita berharap kemitraandansinergitaskitadengan Unhas dapat terus terjalin dan ditingkatkan untuk pengembangan ke depannya,”jelasnya.

Polres Depok Nyaris Kerahkan Kekuatan Penuh

Pada 16 Oktober 2010, satu juta pemilih di Depok akan mengikuti pesta demokrasi pemilukada untuk memilih walikota dan wakil walikota, menurut informasi yang diterima SEO Blogger blogspot.

Sejumlah gesekan dari tim sukses masing-masing calon, maupun unjuk rasa juga sudah mulai meningkat menjelang masa kampanye.

Polres Depok mengaku siap mengamankan pemilukada dan belajar dari pengalaman Pemilukada Depok 2005 yang berlangsung ricuh. Bahkan, Polres Depok mengerahkan hampir seluruh kekuatan personel untuk mengamankan titik-titik rawan.

Kapolres Depok Kombes Fery Abraham mengatakan, pihaknya juga akan mengerahkan bantuan dari Polda Metro Jaya untuk tambahan personel. Hal itu, kata Fery, untuk mengantisipasi titik rawan di tiap polsek.

"Lebih dari 1.500 personel, kemarin kita juga sudah amankan pengumuman jumlah pemilih, kalau kurang personel nanti kita tambahkan dari polda jumlah persisnya dihitung dulu, kita juga akan klasifikasikan titik-titik rawan di masing-masing polsek berikan kategori," katanya kepada wartawan, Minggu (29/08/10).

Fery menambahkan, pengamanan akan diprioritaskan di 2.400 TPS yang tersebar di 11 kecamatan. Bahkan, kata Fery, pihaknya sudah membagi tiap TPS menjadi tiga klasifikasi.

"Dibagi jadi tiga, ada titik aman, titik rawan satu, dan rawan dua," tandasnya.

HUT RI Diwarnai Unjuk Rasa

Upacara penurunan bendera Merah Putih dalam rangka HUT keke-65 RI di Bandar Lampung diwarnai unjuk rasa mahasiswa, Selasa (17/8/2010) sore.

Dalam aksi itu, para mahasiswa yang tergabung di dalam Aliansi BEM Lampung menyoroti isu korupsi. Menurut mereka, Indonesia saat ini belum sepenuhnya merdeka, setidaknya dari persoalan korupsi.

Kemerdekaan secara substansial belum banyak dirasakan masyarakat. Sebagai contoh, korupsi masih terjadi di mana-mana, ujar Adi Putra, perwakilan pengunjuk rasa.

Dalam aksi ini, mahasiswa juga mengkritisi pemilihan Ketua KPK yang tengah berlangsung. Yang kami sayangkan, kenapa bisa ada tujuh calon bermasalah yang bisa lolos, ungkap Adi kemudian. Menurut dia, aksi ini dilakukan secara serentak se-Indonesia.

Sempat terjadi ketegangan kecil antara mahasiswa dan aparat keamanan di dalam aksi ini. Aparat meminta mahasiswa menghentikan sementara orasinya karena khawatir itu dapat mengganggu kekhidmatan dan konsentrasi petugas upacara.

Upacara penurunan bendera di Bandar Lampung dilakukan di GOR Pahoman. Bertindak sebagai inspektur upacara, yaitu Komandan Resort Militer Garuda Hitam Lampung, Kol (Inf) Ibnu Darmawan.

Edan, Tujuh Pemuda Ngamuk Tanpa Sebab

Sedikitnya tujuh pemuda bersenjata parang dan pedang mengamuk dan melukai seorang warga Desa Sidorejo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Senin (16/8/2010) malam. Korban, Sugianto (27), mengalami luka di bagian lengan sebelah kiri dan hingga saat ini harus dirawat intensif di RSUD Sosodoro Djatikusumo Bojonegoro.

Sugianto menderita luka bacok di lengan kiri sepanjang 20 sentimeter, lebar 7 cm dengan kedalaman 5 cm. Dia menjalani observasi Senin malam hingga Selasa dinihari.

Menurut dr Joko yang menanganinya, Selasa (17/8/2010) siang tadi, Sugianto menderita luka sedang, namun belum diteliti melalui hasil rontgent apakah lukanya tembus tulang atau tidak. "Pendarahan akibat luka sudah terhenti setelah lukanya dijahit. Beruntung lukanya tidak mengenai pembuluh darah," kata Joko.

Sebelumnya, luka korban dihentikan sementara oleh perawat di Balai Pengobatan Drokilo Kedungadem, Awan. Sugianto lalu dirujuk ke Rumah Sakit Islam Aisiyah Bojonegoro. Saat itu petugas rontgent RSI Aisiyah tidak ada sehingga Sugianto langsung dipindahkan ke RSUD Sosodoro Djatikusumo Bojonegoro.

Sugianto tidak mengerti mengapa dia menjadi sasaran amuk pemuda tidak dikenal itu. Sugianto berniat pulang dan mengambil jaminan takjil makanan untuk tadarus, yang akan dibawa ke mushalla. Belum sempat mengambil makanan, Sugianto sudah diserang tujuh pemuda yang datang dengan mengendarai sepeda motor Kawasaki Ninja, Honda Astrea Grand dan Suzuki Smash.

Saat itu, pada Senin malam, dia pulang dari shalat tarawih sekitar pukul 20.30 dengan maksud mengambil takjil untuk tadarus. Saat dia berjalan dari mushalla melintasi jalan di depan rumah warga sekitar bernama Suhud, tiba-tiba dari sebelah utara tujuh pemud a tidak dikenal mengendarai tiga sepeda motor mengacungkan senjata tajam langsung menyerangnya. Salah seorang pelaku menyabetkan parang mengenai lengan kirinya.

Menurut seorang warga, Parsono, para pemuda yang mengamuk itu juga merusak tempat duduk di warung Basiman. Seorang pelaku sempat mengancam dengan menghunus parang lalu ditempelkan di leher orang yang di warung. Selanjutnya mereka mengobrak-abrik makanan yang sedang disajikan warung Basiman dan Iin.

Para pemuda yang ada di sekitar warung bahkan berhamburan ke sawah di belakang warung. Setelah mengamuk tujuh pemuda itu kabur ke arah selatan. "Warga tidak sempat mengejar pelaku karena sibuk menyelamatkan Sugianto," tutur Parsono.

Mesin Jahit Bu Fatmawati Masih Terawat

Mesin jahit yang digunakan untuk menjahit sang saka Merah Putih pertama oleh Fatmawati yang merupakan istri proklamator kemerdekaan RI, Soekarno kondisinya dalam keadaan terawat.

"Mesin jahit ini sangat sederhana hanya digerakkan dengan tangan tidak seperti mesin yang ada sekarang," kata pengurus Rumah Fatmawati Bengkulu, Bayu Suwondo, Selasa (17/8/2010). Mesin yang merupakan salah peninggalan sejarah kemerdekaan Indonesia itu masih tersimpan dengan baik disalah satu kamar pada rumah itu.

Ia mengatakan biaya untuk perawatan benda-benda bersejarah itu bersumber dari pemerintah Bengkulu. Selain mesin itu, peninggalan sejarah dari rumah istri proklamator berupa foto-foto sejarah masa kecil Fatmawati hingga menikah dengan presiden pertama Republik Indonesia dan lukisan Fatmawati. "Lukisan ini merupakan lukisan asli dari zaman dulu," katanya.

Bayu mengatakan barang yang telah mengalami penggantian karena keadaannya yang sudah usang adalah kasur dan bantal yang pernah digunakan Fatmawati. "Kasur dan bantal ini sudah diganti dengan yang baru karena telah usang tetapi tempat tidurnya tidak," katanya.

Didalam ruangan itu juga terdapat puisi buatan Fatmawati dan Presiden Sukarno yang terkenal dengan jiwa seninya. "Puisi 'Sarinah' ini merupakan puisi yang dibuat presiden Sukarno untuk Fatmawati," katanya.

Untuk pengunjung tempat itu ia mengatakan rata-rata adalah pelajar selain itu juga orang-orang dari luar Provinsi Bengkulu yang ingin mengetahui salah satu bukti sejarah didaerah ini. "Pengunjung biasanya banyak pada saat ada perayaan di Bengkulu seperti saat Seleksi Tilawatil Quran (STQ) dan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) yang dilaksanakan beberapa waktu lalu," katanya.

Fatmawati yang merupakan wanita keturunan Bengkulu tersebut dikaruniai lima orang anak ketika menikah dengan Presiden Sukarno. "Hanya Guruh dan Sukmawati yang sering berkunjung ke rumah ini," katanya.

Ia mengharapkan agar peninggalan sejarah tersebut selalu dipelihara sehingga keberadaannya dapat disaksikan oleh generasi penerus mendatang.

Daftar Isi

eehari